Smash Kolaborasi Warnai Kapolda Cup 2026: Tenis Polres Aceh Timur Amankan Podium Juara 3.
CLASSIO TV ID - BANDA ACEH.
Lapangan Tenis Trengginas Mapolda Aceh bergema sorak sorai, Ratusan raket beradu dalam Kejuaraan Tenis Kapolda Cup yang digelar menyemarakkan Hari Bhayangkara ke-80. Lebih dari sekadar perebutan piala, turnamen ini jadi panggung adu solidaritas antara TNI-Polri dan jajaran Polres se-Aceh.
Turnamen bertajuk “Bhayangkara untuk Negeri, Sportivitas untuk Semua” ini diikuti 170 atlet. Mereka datang dari Kodam Iskandar Muda, Polda Aceh, Polresta Banda Aceh, hingga Polres jajaran. Suasananya cair: pagi duel sengit di lapangan, sore ngobrol bareng di tepi net.
Sorotan tertuju pada kategori beregu putra. Tim Tenis Polres Aceh Timur turun dengan komposisi pemain muda + senior. Jalannya laga penuh drama.
Di semifinal, polres Aceh Timur harus mengakui keunggulan Tim Tenis Polres Langsa lewat skor ketat 1-2. Kekalahan tipis itu memaksa mereka berebut posisi ketiga melawan salah satu tim unggulan Polda Aceh.
Alih-alih patah semangat, pemain polres Aceh Timur justru tampil lepas. Smash silang dan drop shot presisi jadi senjata. Hasilnya: polres Aceh Timur mengunci kemenangan dan sah menempati podium juara 3 Kapolda Cup 2026.
“Anak-anak main lepas, tidak ada beban. Kalah-menang itu biasa, yang penting nama Polres polres Aceh Timur harum dan silaturahmi jalan,” kata Kasat Intelkam Polres Aceh Timur Iptu Jolly Ronny Mamarimbing, S.H., yang juga bertindak sebagai official tim.
Kapolres Aceh Timur AKBP Irwan Kurniadi, S.I.K. menyampaikan apresiasi lewat Kasat Intelkam. Menurutnya, raihan ini bukti pembinaan olahraga di Polres Aceh Timur jalan meski kesibukan tugas kepolisian tinggi.
Kapolda Cup tahun ini sengaja dibikin “cross sector”. Kodam Iskandar Muda turun full tim, Polda Aceh jadi tuan rumah, Polresta + Polres jajaran unjuk gigi.
Polda Aceh menyebut filosofinya sederhana: lapangan tenis tanpa sekat. Jenderal adu servis dengan bintara, Kapolres sparing dengan Dandim. Setelah peluit panjang, semua duduk bareng.
“Turnamen ini bukan cuma soal siapa paling jago smash. Ini sarana mempererat kebersamaan, membangun komunikasi, dan meningkatkan sinergitas TNI-Polri serta lintas sektor dalam menjaga Aceh tetap kondusif,” ujar panitia.
Nilai itu terasa. Saat laga polres Aceh Timur vs polres Langsa, suporter kedua Polres malah saling lempar yel-yel guyon. Habis pertandingan, pemain salaman + foto bareng. Tidak ada otot, yang ada tawa.
Kapolda Cup 2026 sengaja digelar sebulan penuh menjelang puncak Hari Bhayangkara 1 Juli. Tujuannya: memecah citra Polri yang identik razia/stop-lapisan.
Lewat tenis, warga lihat sisi lain: polisi yang disiplin latihan, junjung fair play, dan mau kalah-menang secara elegan. Lapangan Trengginas yang biasanya steril, kini dibuka untuk publik nonton gratis.
“Kami ingin Hari Bhayangkara ke-80 ini dirayakan bersama rakyat. Olahraga pilihan karena paling netral menyatukan. Dari tenis ini lahir ide-ide pengamanan, lahir juga persahabatan,” kata sumber panitia.
Prestasi juara 3 polres Aceh Timur diharapkan jadi pemantik. Polres lain sudah mulai “buru bakat” di kalangan anak anggota. Lapangan tenis di asrama/asrama polres mulai direnovasi.
Target jangka panjang Polda Aceh: lahirkan petenis Aceh yang tembus PON. Modalnya ada: 170 atlet Kapolda Cup ini, plus antusiasme tinggi anak-anak yang nonton final.
Untuk Polres Aceh Timur, target selanjutnya jelas: naik kelas ke juara 2 bahkan juara 1 tahun depan. Latihan rutin + scouting pemain muda di jajaran sudah dimulai.
Saat peluit terakhir berbunyi, yang tertinggal bukan hanya skor 2-1. Yang tertinggal adalah semangat: bahwa Bhayangkara ke-80 bukan hanya perayaan institusi, tapi perayaan kebersamaan. Dan Tenis Polres Aceh Timur, dengan raket dan keringatnya, sudah menulis satu bab indah di dalamnya.
P.G

Social Header