Sekwan DPRD kota Padang Sidempuan bungkam Tanya Soal Renovasi Kamar Mandi.
P, Sidimpuan - CLASSIO TV.
Aneh tapi nyata seorang pejabat di lingkungan kantor DPRD kota Padang Sidempuan bungkam dikonfirmasi oleh awak media soal renovasi kamar mandi kantor DPRD tersebut, dimana pejabat tersebut seorang pengguna anggaran ya itu bapak sekretaris Dewan (sekwan) DPRD kota Padang Sidempuan Roy Susanto Siagian, S, STP, M, si, dan bapak sekretaris Dewan tersebut tidak berani menjawab seputar dana anggaran yang lebih Rp,1 milyar untuk renovasi kamar mandi di kantor DPRD kota Padang Sidempuan tersebut.
sejak diserahkan aset pemerintah kabupaten Tapanuli Selatan kepeda pemerintah kota Padang Sidempuan dalam kurun waktu 11 tahun, tidak pernah benar benar di rehab oleh para pejabat di kantor DPRD tersebut, sehingga Anggaran untuk renovasi gedung DPRD kota Padang Sidempuan wajar di pertanyakan oleh rekan rekan media .
Di lihat kondisi bangunan kantor tersebut kumuh dan kotor , sementara setiap tahun anggaran belanja rehab gedung selalu do tampung didalam anggaran pendapatan belanja daerah, dari tahun ke tahun anggaran belanja rehab nya tak pernah benar benar benar memperbaiki , sehingga masyarakat sangat kecewa terhadap para pejabat pengguna anggaran nya walaupun sudah sering berganti, tetap sama saja kinerjanya ungkap salah satu warga.
Dimana terdapat untuk tahun 2026 ini anggaran renovasi kamar mandi lebih Rp, 1 , milyar dipertanyakan oleh rekan media karna kamar mandi tersebut sangat wajar untuk diperbaiki supaya tidak selalu menimbulkan aroma yang bau.
Salah seorang aktivis mengatakan , bahwa anggaran yang di tampung di APBD setiap tahun diduga masuk ke kantong pribadi sekretaris Dewan , makanya sejak dikonfirmasi oleh awak media memilih untuk bungkam " alias bisu" pungkas aktivis tersebut.
dan meminta kepada Aparat penegak hukum (APH) yang ada di kota Padang Sidempuan ini memanggil pihak pihak pengguna anggarannya, ya itu bapak Roy Susanto Siagian,S, STP, M si, sebagai sekretaris Dewan (sekwan) di kantor DPRD kota Padang Sidempuan,
dimana saat ini anggaran diseluruh daerah Indonesia selalu efisiensi , tapi sudah kita lihat bersama masih banyak para pejabat di negara ini yang melakukan korupsi apa lagi di kota Padang Sidempuan yang kita cintai ini, sudah banyak sekali kasus korupsi para pejabat dan banyak yang masuk penjara, dimana anggaran belanja pendapatan daerah nya sangat minim ternyata dikorupsi kan juga. (Irwansyah Nasution).

Social Header